10Tips Berbicara Pada Anak Agar Mereka Mendengar
1. Connect before you direct
Sebelum memberikan arahan kepada anak Anda, jongkoklah setinggi level
mata anak Anda dan tatap matanya untuk mendapatkan perhatiannya.
Ajarlah dia bagaimana untuk fokus: ‘Mary, saya butuh perhatianmu’ ,
‘Billy, saya butuh kamu mendengarkan ini’. Berikan ‘bahasa tubuh’ yang
sama saat mendengarkan mereka. Pastikan kontak mata Anda tidak terlalu
intens sehingga anak Anda menganggap pandangan mata itu sebagai cara
‘berkomunikasi’ bukan ‘mengontrol’ .
2. Address the child
Awali permintaan Anda dengan menyebutkan nama anak Anda, Lauren, bisa
tolong …
3. Stay brief
Gunakan aturan ’satu kalimat’: letakkan kata arahan di permulaan
kalimat. Semakin lama Anda bertele-tele, anak Anda semakin berperi
laku ‘tuli’ dengan isi kata-kata Anda. Terlalu banyak bicara adalah
kesalahan paling umum terjadi saat berdialog tentang suatu masalah.
Kondisi seperti ini membuat anak Anda merasa bahwa Anda sendiri tidak
terlalu yakin dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Dan ia akan
beranggapan bahwa semakin ia membuat Anda terus bicara, semakin mudah
membuat Anda menyimpang dari pokok
masalah sebenarnya.
4. Stay simple
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata-kata yang mengandung 1 suku
kata. Cobalah dengarkan bagaimana anak-anak berkomunikasi dengan teman
sebayanya dan cermatilah caranya. Bila anak Anda sudah memperlihatkan
pandangan yang menunjukkan bahwa ia sedang tidak berminat, itu artinya
kata-kata Anda tidak lagi dimengerti olehnya.
5. Ask your child to repeat the request back to you
Jika ia tidak dapat mengulanginya, mungkin kata-kata Anda terlalu
panjang atau terlalu rumit.
6. Make an offer the child can’t refuse
Anda dapat memberikan alasan kepada seorang anak usia 2 atau 3 tahun,
khususnya untuk menghindari ‘unjuk kekuatan’ antara Anda dengannya,
misalnya: ‘Cepat berpakaian supaya kamu bisa main di luar’. Berikan
sebuah alasan untuk permintaan Anda yang memang untuk ‘keuntungan’
sang anak dan juga ’sulit untuk ditolak’ dia. Kondisi ini akan
membuatnya tidak mencoba ‘unjuk kekuatan’ dan mau melakukan apa yang
kita inginkan.
7. Be positive
Daripada mengatakan ‘Jangan lari-lari!’, cobalah dengan: ‘Di dalam
rumah kita berjalan, di luar rumah kamu boleh berlari’.
8. Begin your directives with I want.
Daripada mengatakan ‘Turun!’, cobalah dengan: Saya ingin kamu turun’.
Daripada, ‘Sekarang giliran Becky’, cobalah dengan: ‘Saya ingin kamu
beri giliran buat Becky’. Metode seperti ini berhasil baik untuk
anak-anak yang ingin bersikap baik tapi tidak suka ‘diperintah’ .
Dengan mengucapkan,
‘Saya ingin,’ Anda memberinya alasan untuk ‘rela melakukannya’
dibandingkan hanya sekadar ’sebuah perintah’.
9. When … then.
‘Setelah kamu selesai menggosok gigi, saya akan mulai membacakan
cerita’. ‘Setelah PR mu selesai, kamu boleh nonton TV’. Kata ’setelah’
yang menyatakan bahwa Anda mengharapkan ‘kepatuhan’, lebih berhasil
diterapkan dibandingkan kata ‘kalau’. Pemilihan kata ini mengondisikan
anak pada suatu pilihan, saat Anda tidak bermaksud memberinya pilihan.
10. Leg first, mouth second.
Daripada berteriak ‘Matikan TV, sekarang makan malam!’, cobalah untuk
berjalan mendekati anak, bergabung dengan keasyikannya nonton TV
sebentar,dan setelah itu, saat ada jeda iklan TV, mintalah anak Anda
mematikan TV. Berjalan mendekati anak Anda sebelum memintanya
melakukan sesuatu memiliki pesan tersirat bahwa Anda serius dengan
permintaan Anda. Jika tidak demikian, anak-anak hanya akan
menafsirkannya sebagai pilihan belaka.
Minggu, 11 Mei 2008
10Tips Berbicara Pada Anak Agar Mereka Mendengar
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 21.25 0 komentar
Label: Tips dan Trik
PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI & SAMPAH BISA JADI BRIKET
PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI
Pendahuluan
Pada awal perkembangannya, kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya, dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam upaya pemanfaatan limbah serbuk gergaji, dimana serbuk gergaji merupakan bahan yang masih mengikat energi, oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang.
Manfaat Briket Arang
Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket arang dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian.
Cara Pembuatan Briket Arang :
1. Peralatan
a.. Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh
b.. Cetakan briket
c.. Oven.
2. Bahan
- Serbuk gergaji
- Tempurang kelapa
- Lem kanji
Proses pembuatan media tumbuh jamur adalah sebagai berikut :
- Pengarangan
Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).
- Pengayakan
Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.
- Pencampuran media
Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.
Pencetakan Briket Arang
Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa.
++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
SAMPAH BISA JADI BRIKET
Jangan buang atau bakar daun yang berjatuhan! Sampah organik itu ternyata bisa diolah menjadi briket atau bahan bakar padat untuk memasak. dengan demikian, Anda tak perlu keluar uang atau pusing mencari minyak tanah atau gas.
Briket dari sampah dedaunan ini merupakan hasil penelitian usman (26), guru SMAN 17 Palembang, Sumatra Selatan. Sarjana Biologi dari Universitas Sri-Wajaya ini merupakan salah satu dari 10 peraih penghargaan dalam bidang pendidikan sains. Usman memperoleh hadiah Rp 17,5 juta.
Ditemui usai penerimaan penghargaan di Ball Room Hotel, Sangrila Jakarta Pusat Rabu (13/2), Usman menjelaskan, ide membuat briket dedaunan ini muncul tahun 2006. Gagasan itu terealisasi tahun 2007 dan dilombakan diajang Indonesia Toray Science Foundation ( ITSF ) yang di gelar tiap tahun
Sebagai orang yang banyak menggeluti dunia Biologi, Usman teringat dengan batu bara. Briket itu ternyata berbahan bakunya bisa dari mana saja. Saat itu juga Usama langsung bereaksi dan meyakini bahwa sampah dedaunan bisa juga dijadikan briket.
“Jadi buat masyarakat jika banyak sampah daun-daunan sebaiknya jangan dibuang begitu saja. Jangan juga cuma dibuat pupuk kompos. Ternyata sampah dedaunan bisa dibuat menjadi briket. Caranya sangat mudah dan hasil penelitian saya ini bisa diadopsi masyarakat Jakarta, ” tutur Usman.
Hasil penelitian Usman dinyatakan berhasil dan berguna buat banyak orang. Di SMA 17 Palembang, program pengolahan sampah dedaunan menjadi sebuah briket diajarkan kepada siswa. “Kami menjadi pilot project buat sekolah lain,” katanya.
Sementara itu, Arif Kusmianto (40), asal Sidoarjo, Jawa Tengah, yang sekarang mengajar di SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, mempersembahkan hasil karya berupa bahna bakar nabati dari biji-bijian.
Menurut arif, biji rambutan, biji buah banci, biji buah gayam, dan biji kelor bisa dijadikan bahan bakar nabati. Caranya dengan merendam biji-bijian dari satu jenis buah itu dicampur alcohol selama 24 jam atau sehari penuh. Rendaman harus ditutup rapat sehingga terjadi penguapan.
Selanjutnya dilakukan proses destilasi yang bertujuan untuk memisahkan penguapan tadi yang kemudian dibakar. “Hasilnya memang sedikit, karena sebagian berubah menjadi seperti minyak nabati yang bisa digunakan untuk bahan bakar ataun lilin.
Cara buat briket sampah
1. Kumpulkan sampah daun di halaman rumah
2. Sampah dibakar bersama campuran lem kanji dan arang batok kelapa.
3. Lamanya pembakaran tergantung dari volume sampah daun.
4. Campuran sampah daun, lem kanji, dan batok kelapa jangan sampai jadi arang.
5. Hasil pembakaran dicetak ke dalam pipa paralon.
6. Cetakan itu dikeringkan 1-2 hari dan hasilnya siap untuk memasak. Biasanya untuk tukang sate.
Sumber : - Warta Kota
http://selatan. jakarta.go. id/bangunpraja/ index.php? option=com_ content&task= view&id=89& Itemid=1
++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++
INOVASI KOMPOR SAMPAH
Sampah adalah benda tak berguna. Tapi, tahukah Anda, sampah bisa dijadikan bahan bakar pengganti minyak?
Bahan bakar berbentuk briket itu pertama dikembangkan oleh kelompok aktivis lingkungan hidup Nepal. Foundation for Sustainable Technologie (FoST) –nama LSM itu– melirik potensi yang terkandung dalam sampah yang menumpuk dan mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota lain di Nepal.
Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara yang lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap briket batu bara sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif lebih bersih. Tak berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi briket sampah itu terbilang mudah.
Cara pembuatan briket
Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah kertas, bambu, serbuk gergaji, ampas tebu, daun, dan sampah organik lainnya.
Setelah dipilah, material tersebut dimasukkan ke sebuah tong berisi air yang dipanaskan. Lalu sampah-sampah itu dihancurkan dan diaduk laiknya membuat bubur kertas. Tak ada bahan kimia yang digunakan.
Kemudian bubur sampah tadi dicetak. Ada yang berbentuk cakram dengan lubang di tengahnya, ada juga yang berbentuk tablet. Ukuran garis tengahnya 5 cm dengan tebal 5 cm pula. Ada juga yang dicetak dengan genggaman tangan. Saat ini, FoST mengembangkan 10 jenis briket sampah.
Cara menggunakan
Untuk pembakaran, FoST juga memperkenalkan kompor khusus yang disebut rocket stove (kompor roket) berbentuk tabung dengan garis tengah sekitar 10 cm. Pada bagian bawahnya dipasang kipas angin bertenaga baterai untuk membantu pembakaran. Baterai yang digunakan, dua buah baterai 1,5 volt itu, yang tahan untuk sebulan penuh. Cukup praktis.
Apa Indonesia bakal turut menggunakan teknologi tepat guna ini? Saya harap begitu. Kita tunggu saja nanti.
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 21.19 0 komentar
Label: Tips dan Trik