10Tips Berbicara Pada Anak Agar Mereka Mendengar
1. Connect before you direct
Sebelum memberikan arahan kepada anak Anda, jongkoklah setinggi level
mata anak Anda dan tatap matanya untuk mendapatkan perhatiannya.
Ajarlah dia bagaimana untuk fokus: ‘Mary, saya butuh perhatianmu’ ,
‘Billy, saya butuh kamu mendengarkan ini’. Berikan ‘bahasa tubuh’ yang
sama saat mendengarkan mereka. Pastikan kontak mata Anda tidak terlalu
intens sehingga anak Anda menganggap pandangan mata itu sebagai cara
‘berkomunikasi’ bukan ‘mengontrol’ .
2. Address the child
Awali permintaan Anda dengan menyebutkan nama anak Anda, Lauren, bisa
tolong …
3. Stay brief
Gunakan aturan ’satu kalimat’: letakkan kata arahan di permulaan
kalimat. Semakin lama Anda bertele-tele, anak Anda semakin berperi
laku ‘tuli’ dengan isi kata-kata Anda. Terlalu banyak bicara adalah
kesalahan paling umum terjadi saat berdialog tentang suatu masalah.
Kondisi seperti ini membuat anak Anda merasa bahwa Anda sendiri tidak
terlalu yakin dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Dan ia akan
beranggapan bahwa semakin ia membuat Anda terus bicara, semakin mudah
membuat Anda menyimpang dari pokok
masalah sebenarnya.
4. Stay simple
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata-kata yang mengandung 1 suku
kata. Cobalah dengarkan bagaimana anak-anak berkomunikasi dengan teman
sebayanya dan cermatilah caranya. Bila anak Anda sudah memperlihatkan
pandangan yang menunjukkan bahwa ia sedang tidak berminat, itu artinya
kata-kata Anda tidak lagi dimengerti olehnya.
5. Ask your child to repeat the request back to you
Jika ia tidak dapat mengulanginya, mungkin kata-kata Anda terlalu
panjang atau terlalu rumit.
6. Make an offer the child can’t refuse
Anda dapat memberikan alasan kepada seorang anak usia 2 atau 3 tahun,
khususnya untuk menghindari ‘unjuk kekuatan’ antara Anda dengannya,
misalnya: ‘Cepat berpakaian supaya kamu bisa main di luar’. Berikan
sebuah alasan untuk permintaan Anda yang memang untuk ‘keuntungan’
sang anak dan juga ’sulit untuk ditolak’ dia. Kondisi ini akan
membuatnya tidak mencoba ‘unjuk kekuatan’ dan mau melakukan apa yang
kita inginkan.
7. Be positive
Daripada mengatakan ‘Jangan lari-lari!’, cobalah dengan: ‘Di dalam
rumah kita berjalan, di luar rumah kamu boleh berlari’.
8. Begin your directives with I want.
Daripada mengatakan ‘Turun!’, cobalah dengan: Saya ingin kamu turun’.
Daripada, ‘Sekarang giliran Becky’, cobalah dengan: ‘Saya ingin kamu
beri giliran buat Becky’. Metode seperti ini berhasil baik untuk
anak-anak yang ingin bersikap baik tapi tidak suka ‘diperintah’ .
Dengan mengucapkan,
‘Saya ingin,’ Anda memberinya alasan untuk ‘rela melakukannya’
dibandingkan hanya sekadar ’sebuah perintah’.
9. When … then.
‘Setelah kamu selesai menggosok gigi, saya akan mulai membacakan
cerita’. ‘Setelah PR mu selesai, kamu boleh nonton TV’. Kata ’setelah’
yang menyatakan bahwa Anda mengharapkan ‘kepatuhan’, lebih berhasil
diterapkan dibandingkan kata ‘kalau’. Pemilihan kata ini mengondisikan
anak pada suatu pilihan, saat Anda tidak bermaksud memberinya pilihan.
10. Leg first, mouth second.
Daripada berteriak ‘Matikan TV, sekarang makan malam!’, cobalah untuk
berjalan mendekati anak, bergabung dengan keasyikannya nonton TV
sebentar,dan setelah itu, saat ada jeda iklan TV, mintalah anak Anda
mematikan TV. Berjalan mendekati anak Anda sebelum memintanya
melakukan sesuatu memiliki pesan tersirat bahwa Anda serius dengan
permintaan Anda. Jika tidak demikian, anak-anak hanya akan
menafsirkannya sebagai pilihan belaka.
Minggu, 11 Mei 2008
10Tips Berbicara Pada Anak Agar Mereka Mendengar
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 21.25 0 komentar
Label: Tips dan Trik
PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI & SAMPAH BISA JADI BRIKET
PEMBUATAN BRIKET ARANGDARI SERBUK GERGAJI
Pendahuluan
Pada awal perkembangannya, kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya, dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam upaya pemanfaatan limbah serbuk gergaji, dimana serbuk gergaji merupakan bahan yang masih mengikat energi, oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang.
Manfaat Briket Arang
Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket arang dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian.
Cara Pembuatan Briket Arang :
1. Peralatan
a.. Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh
b.. Cetakan briket
c.. Oven.
2. Bahan
- Serbuk gergaji
- Tempurang kelapa
- Lem kanji
Proses pembuatan media tumbuh jamur adalah sebagai berikut :
- Pengarangan
Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).
- Pengayakan
Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.
- Pencampuran media
Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.
Pencetakan Briket Arang
Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa.
++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++
SAMPAH BISA JADI BRIKET
Jangan buang atau bakar daun yang berjatuhan! Sampah organik itu ternyata bisa diolah menjadi briket atau bahan bakar padat untuk memasak. dengan demikian, Anda tak perlu keluar uang atau pusing mencari minyak tanah atau gas.
Briket dari sampah dedaunan ini merupakan hasil penelitian usman (26), guru SMAN 17 Palembang, Sumatra Selatan. Sarjana Biologi dari Universitas Sri-Wajaya ini merupakan salah satu dari 10 peraih penghargaan dalam bidang pendidikan sains. Usman memperoleh hadiah Rp 17,5 juta.
Ditemui usai penerimaan penghargaan di Ball Room Hotel, Sangrila Jakarta Pusat Rabu (13/2), Usman menjelaskan, ide membuat briket dedaunan ini muncul tahun 2006. Gagasan itu terealisasi tahun 2007 dan dilombakan diajang Indonesia Toray Science Foundation ( ITSF ) yang di gelar tiap tahun
Sebagai orang yang banyak menggeluti dunia Biologi, Usman teringat dengan batu bara. Briket itu ternyata berbahan bakunya bisa dari mana saja. Saat itu juga Usama langsung bereaksi dan meyakini bahwa sampah dedaunan bisa juga dijadikan briket.
“Jadi buat masyarakat jika banyak sampah daun-daunan sebaiknya jangan dibuang begitu saja. Jangan juga cuma dibuat pupuk kompos. Ternyata sampah dedaunan bisa dibuat menjadi briket. Caranya sangat mudah dan hasil penelitian saya ini bisa diadopsi masyarakat Jakarta, ” tutur Usman.
Hasil penelitian Usman dinyatakan berhasil dan berguna buat banyak orang. Di SMA 17 Palembang, program pengolahan sampah dedaunan menjadi sebuah briket diajarkan kepada siswa. “Kami menjadi pilot project buat sekolah lain,” katanya.
Sementara itu, Arif Kusmianto (40), asal Sidoarjo, Jawa Tengah, yang sekarang mengajar di SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, mempersembahkan hasil karya berupa bahna bakar nabati dari biji-bijian.
Menurut arif, biji rambutan, biji buah banci, biji buah gayam, dan biji kelor bisa dijadikan bahan bakar nabati. Caranya dengan merendam biji-bijian dari satu jenis buah itu dicampur alcohol selama 24 jam atau sehari penuh. Rendaman harus ditutup rapat sehingga terjadi penguapan.
Selanjutnya dilakukan proses destilasi yang bertujuan untuk memisahkan penguapan tadi yang kemudian dibakar. “Hasilnya memang sedikit, karena sebagian berubah menjadi seperti minyak nabati yang bisa digunakan untuk bahan bakar ataun lilin.
Cara buat briket sampah
1. Kumpulkan sampah daun di halaman rumah
2. Sampah dibakar bersama campuran lem kanji dan arang batok kelapa.
3. Lamanya pembakaran tergantung dari volume sampah daun.
4. Campuran sampah daun, lem kanji, dan batok kelapa jangan sampai jadi arang.
5. Hasil pembakaran dicetak ke dalam pipa paralon.
6. Cetakan itu dikeringkan 1-2 hari dan hasilnya siap untuk memasak. Biasanya untuk tukang sate.
Sumber : - Warta Kota
http://selatan. jakarta.go. id/bangunpraja/ index.php? option=com_ content&task= view&id=89& Itemid=1
++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++
INOVASI KOMPOR SAMPAH
Sampah adalah benda tak berguna. Tapi, tahukah Anda, sampah bisa dijadikan bahan bakar pengganti minyak?
Bahan bakar berbentuk briket itu pertama dikembangkan oleh kelompok aktivis lingkungan hidup Nepal. Foundation for Sustainable Technologie (FoST) –nama LSM itu– melirik potensi yang terkandung dalam sampah yang menumpuk dan mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota lain di Nepal.
Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara yang lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap briket batu bara sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif lebih bersih. Tak berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi briket sampah itu terbilang mudah.
Cara pembuatan briket
Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah kertas, bambu, serbuk gergaji, ampas tebu, daun, dan sampah organik lainnya.
Setelah dipilah, material tersebut dimasukkan ke sebuah tong berisi air yang dipanaskan. Lalu sampah-sampah itu dihancurkan dan diaduk laiknya membuat bubur kertas. Tak ada bahan kimia yang digunakan.
Kemudian bubur sampah tadi dicetak. Ada yang berbentuk cakram dengan lubang di tengahnya, ada juga yang berbentuk tablet. Ukuran garis tengahnya 5 cm dengan tebal 5 cm pula. Ada juga yang dicetak dengan genggaman tangan. Saat ini, FoST mengembangkan 10 jenis briket sampah.
Cara menggunakan
Untuk pembakaran, FoST juga memperkenalkan kompor khusus yang disebut rocket stove (kompor roket) berbentuk tabung dengan garis tengah sekitar 10 cm. Pada bagian bawahnya dipasang kipas angin bertenaga baterai untuk membantu pembakaran. Baterai yang digunakan, dua buah baterai 1,5 volt itu, yang tahan untuk sebulan penuh. Cukup praktis.
Apa Indonesia bakal turut menggunakan teknologi tepat guna ini? Saya harap begitu. Kita tunggu saja nanti.
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 21.19 0 komentar
Label: Tips dan Trik
Sabtu, 10 Mei 2008
memefaatkan minyak goreng bekas
Memetik Berkah Minyak Goreng Bekas
PARA ibu rumah tangga, mungkin kerap kali dibikin pusing dengan minyak goreng yang sudah dipakai untuk memasak. Mau dibuang sayang, tetapi mau dipakai juga mengkhawatirkan karena sudah tidak lagi jernih. Bisa-bisa justru memunculkan penyakit. Ini sekadar pernik-pernik kehidupan dapur, tapi inilah realitas kecil yang sering hilir mudik di sekitar kita.
Seperti diketahui bersama, minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali akan mengalami serangkaian reaksi kimia, antara lain hidrolisis, oksidasi termal, dan polimerisasi termal. Untuk itu, kebanyakan ibu rumah tangga akan membuang sisa minyak goreng tersebut setelah tiga atau empat kali menggoreng.
Sebuah penemuan dari dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Ir Ambar Rukmini MP, mungkin bisa sedikit memecahkan masalah tersebut. Melalui rangkaian penelitian, Ambar telah menemukan teknologi tepat guna yang bisa menjernihkan jelantah.
Cara itu juga tidak begitu susah, yakni dengan mencampurkan atau menggoreng arang sekam dalam kadar tertentu ke dalam minyak goreng yang telah dipakai.
"Satu persen saja arang sekam itu dicelupkan dalam minyak goreng panas selama 30 menit, akan menjernihkan minyak bekas yang secara kimia, fisik, maupun organoleptik, mendekati kualitas minyak yang masih segar," papar Ambar kepada wartawan kemarin.
Ambar menyebutkan, penelitiannya itu, sebenarnya dia lakukan pada 2003 lalu. Penelitian itu sengaja dilakukan, karena banyak minyak goreng bekas yang terbuang. Kalaupun ada yang masih menggunakan, dampaknya bisa merugikan kesehatan masyarakat. Latar belakang seperti inilah, yang kemudian mendorong dirinya melakukan riset secara intens terhadap minyak goreng yang telah dipakai.
Dengan penelitiannya itu, Ambar berhasil meraih predikat dosen terbaik tingkat PTS di Kopertis Wilayah V DIY. Dan saat ini Pembantu Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian UWM Yogyakarta ini, juga masuk sebagai salah satu finalis dosen terbaik se-Indonesia. Tentu saja, predikat ini diraih atas kerja keras Ambar ketika berhadapan dengan objek yang ia teliti.
Menurut Ambar, selama proses menggoreng, minyak akan menyebabkan perubahan komposisi asam lemak serta kualitas minyak. Jika dikonsumsi, asam lemak yang berbeda akan menyebabkan perbedaan metabolisme dalam tubuh, bahkan bisa meningkatkan konsentrasi kolesterol plasma.
Penelitian Ambar itu, juga dilakukan pada minyak sawit komersial, yang digunakan untuk menggoreng singkong sebagai contoh sumber karbohidrat, tahu putih sebagai contoh sumber protein nabati, dan lele sebagai contoh sumber protein hewani.
Dalam penelitian itu diketahui bahwa masa guna minyak sawit komersial pada penggorengan singkong hanya 4 kali 5 jam masa penggorengan, sedangkan pada penggorengan tahu putih maupun ikan lele, masing-masing hanya 3 X 5 jam masa penggorengan. "Setelah lewat masa waktu itu, minyak goreng sudah tak layak pakai lagi."
Namun, hal itu bisa diatasi dengan menggoreng 1% bubuk arang sekam dicelupkan selama 30 menit. Hasilnya, minyak goreng yang sudah tidak terpakai itu, secara kimia dan fisik bisa ditingkatkan kualitasnya dan hampir menyerupai minyak pertamanya. Minyak hasil arang sekam itu pun masih layak dipakai walaupun disimpan selama 3 bulan berturut-turut.
Temuan Ambar, jika disebarluaskan ke publik, akan memberi manfaat yang besar bagi ibu-ibu yang sering gemar memasak di dapur. Banyak sekali ibu-ibu yang membuang minyak goreng bekas karena tidak tahu bagaimana harus mengolah.
Paling tidak, temuan Ambar, patut disambut kaum ibu, agar bisa memanfaatkan setitik apa pun minyak goreng bekas, sehingga tidak ada yang tersisa sia-sia. Selamat untuk Ambar, dosen yang penuh dedikasi. Mudah-mudah jejak Ambar bisa diikuti para dosen, yang tidak hanya mengabdi ke dunia teks, tapi juga realitas kehidupan yang sebenarnya. Amirudin Zuhri/B-4
http://www.mail-archive.com/palanta@minang.rantaunet.org/msg01099.html
DI saat harga minyak goreng sedang melangit, tak aneh sebagian masyarakat yang tak memiliki kecukupan uang sering menggunakan berkali-kali minyak goreng yang dibelinya.
Minyak goreng sejenis ini biasanya disebut jelantah. Padahal limbah minyak goreng ini kalau tetap dipaksakan dipakai, bisa membahayakan kesehatan. Namun di tangan, Khotibul Ma'ruf dan Fajar Rizky, dua siswa SD 2 Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, jelantah itu bisa diolah kembali minimal mendekati bentuk keaslian minyak goreng dari pabrikan.
Dua siswa ini mampu membuat alat sederhana yang berfungsi mendaur ulang jelantah agar seperti awalnya. Alat buatan mereka mampu menjernihkan kembali bekas minyak goreng yang warnanya kehitam-hitaman. Alat tersebut terbuat dari barang-barang bekas rumah tangga.
Alat tersebut, Sabtu (16/6) kemarin ikut diperagakan dalam penilaian lomba kelurahan khususnya bidang pemberdayaan masyarakat tingkat provinsi. Kelurahan Arcawinangun, maju mewakili Kabupaten Banyumas untuk bersaing dengan 11 desa/kelurahan lainnya se-Jateng.
Tiga Tahap
Dalam kesempatan itu, dua siswa tersebut juga memperagakan kerja alat pengolah jelantah kepada Tim Penilai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemprov Jateng. Alat tersebut juga menjadi salah satu andalan Kelurahan tersebut untuk berkompetisi.
Menurut Fajar dan Khotibul, untuk membuat alat ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Cara kerjanya juga cukup sederhana. Cara kerjanya melalui tiga tahap. Yakni, diawali jelantah dimasukkan dalam botol pertama yang di dalamnya sudah terdapat arang (atas) dan pecahan batu zeloit (bawah) sebesar biji kacang.
Dari botol satu, hasil penyaringan dimasukkan ke botol kedua yang isinya tidak jauh beda dengan botol pertama. Tetapi dalam botol kedua ukuran arang dan zeloit untuk menyaring minyak tersebut harus lebih kecil.
''Dari botol kedua, hasil penyaringan diteruskan ke botol ketiga. Botol ketiga ini untuk mencuci hasil penyaringan itu hingga menghasilkan minyak goreng yang mendekati aslinya,'' tuturnya.
Menurutnya, botol satu dan kedua berfungsi untuk menyaring kotoran. Sedangkan yang ketiga untuk menjernihkan minyak. Penjernihan dilakukan dengan mencampurkan air dan minyak tersebut kemudian ditambahkan soda api. Setelah itu, lanjutnya, tinggal menunggu beberapa menit untuk mendapatkan hasil minyak goreng siap pakai. (55)
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 07.50 3 komentar
Label: Tips dan Trik
Krim atau Cream
Dalam resep, khususnya cake dan kudapan manis, sering kita temukan bahan bernama krim atau cream. Eits, ini bukan shaver cream ya, tapi krim susu. Bentuknya kebanyakan cair, meski ada yang bubuk ataupun foam. Rasanya sangat gurih dan lembut.
Krim ini tidak lain adalah kepala susu, jadi masuk golongan dairy product. Meskipun demikian di pasaran terdapat juga krim non-dairy.
Jenis-jenis dan penyebutan krim, khususnya krim encer dan krim kental tergantung dari setiap kawasan, Orang Eropa menyebut krim encer sebagai single cream, sedangkan krim kental disebut double cream. Sedangkan orang Amerika, menyebut krim encer sebagai light cream dan menyebut krim kental dengan thick cream.
Apa yang membedakan keduanya, dan apa masih ada ada jenis krim yang lain? Krim bermacam-macam. Dipasaran bisa kita temukan dalam kemasan tetra pack mulai dari ukuran 150 ml sampai yang 1000 ml. Mereknya ada “anchor”, “elle & vire”, “president” atau “Roselle”. Di supermarket besar macam Hero, Carefour atau Giant biasanya disediakan di bagian dairy.
Ada beberapa jenis krim. Yang membedakan satu dengan yang lain sebenarnya adalah kandungan lemak dan proses pembuatannya. Semakin tinggi kandungan lemaknya, semakin gurih rasanya. Mari kita simak satu per satu ya:
Single Cream
Kadar lemak single cream atau sering hanya kita sebut krim saja ini cuma 18 %. Karena kadar lemaknya tidak tinggi maka jenis ini kalau dikocok tidak bisa kaku, jadi tidak bisa digunakan untuk menghias kue.
Pemanfaatan biasanya untuk campuran cereal, tambahan kuah sup, bahan kue, dll.
Double Cream
Double Cream ini sejenis single cream tapi memiliki kandungan lemak 48%. Rasanya amat gurih. Bila dikocok akan mengembang 2 kali lipat.
Gunakan krim jenis ini untuk bahan kue, pudding, campuran kopi dan cokelat, dan tentu menghias kue.
Whipping Cream
Whipping Cream berkadar lemak sekitar 35%, sehingga kalau dikocok juga akan mengembang. Biasa digunakan untuk melapisi kue atau tambahan minuman.
Whipping cream dijual dalam kemasan bubuk, tetra pack, dan sprayer yang siap digunakan. Untuk yang sprayer ini tak perlu lagi dikocok, bentuknya mirip hairspray gitu deh, kalau disemprotkan akan keluar busa atau semacam foam berwarna putih.
Biasanya yang bentuk spray begini rasanya sudah agak manis, siap digunakan untuk menghias kue ataupun minuman.
Sour Cream
Kandungan lemaknya antara 18-20%. Sour cream ini rasanya agak asam. Cuma, bedakan dengan yogurt ya meskipun pembuatannya sama-sama melalui proses fermentasi. Sour cream ini selain rasa asam, rasa yang menonjol adalah gurihnya itu. Gunanya untuk bahan campuran cheesecake, saus atau hidangan lain yang butuh rasa asam tapi gurih.
Thick Cream
Adalah krim yang diberi pengental karena itu sering disebut krim kental. Kandungan lemak antara 36-48%. Krim jenis ini paling gurih dan cepat jadi kalau dikocok. Gunakan krim jenis ini untuk campuran bahan cokelat, menghias kue, campuran hidangan dan makanan penutup lainnya.
Nah, itu semua adalah dairy cream. Selain krim-krim di atas ada bentuk krim lain yang ada di pasaran, antara lain:
Chantilly Cream
Sebenarnya chantilly cream tak lain dan tak bukan adalah krim kocok yang telah diberi perasa aroma dan gula. Krim ini cocok digunakan untuk menghias kue ataupun pudding.
Non-Dairy Cream
Selain krim dairy di atas, terdapat juga non-dairy cream. Krim jenis ini berasal dari lemak nabati. Biasanya lebih gampang dikocok dan lebih tahan di suhu ruangan. Jangan kuatir, biasanya di kemasan tertulis kok keterangan kalau krim ini “non-dairy”.
Krim Bubuk
Yang ini bentuknya bubuk, Seperti susu bubuk itulah. Untuk menggunakannya tambahkan susu atau air dingin lalu kocok dengan mixer hingga kental. Krim bubuk carinya di bagian bahan kue. Kemasannya biasanya alumunium dan berkardus. Selama masih berbentuk bubuk, krim ini tidak perlu disimpan dalam lemari es. Krim bubuk ini dapat dipastikan adalah non-dairy cream.
Selagi masih bubuk, krim bubuk tak perlu disimpan di kulkas. Sedangkan dairy cream dan krim cair lainnya setelah dibuka dari packnya harus selalu disimpan dalam kulkas.
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 07.05 0 komentar
Label: Tips dan Trik
Kamis, 13 Maret 2008
Ice cream cake
Birthday Ice Cream Cake
Ternyata membuat Ice Cream cake itu tidak sesulit yang aku bayangkan semula, hanya perlu kesabaran, karena udara panas, sehingga mememerlukan lama untuk Ice Cream keluar masuk kulkas…
Ice Cream Cake, bisa dihias, dengan berbagai macam ragam hiasan, mulai Edible, Mawar yang cantik, Boneka, dan Ganache (tapi ini agak sulit), cokelat siram dan berbagai hiasan lainnya.
Ini ya Trip Tik menghias Ice Cream cake:
1. Buat Ice Cream Cake, sehari sebelumnya, yakinkan Ice cream sudah benar-benar keras.
2. Buat Hiasan bunga : Mawar, Daisy, dan bunga lain, dari whipping cream yang baru di kocok, Whipping cream yang di simpan dalam kulkas akan cenderung mencair sehingga sulit waktu membiuat bunga.
3. Lapisi Ice Cream cake dengan Whipping Cream yang baru dikocok kaku. kemudian simpan dulu dalam Frezeer supaya Ice Cream tidak meleleh.
4. Hiasan untuk Ice cream bisa berbagai macam, Rupple, kerang, dsbnya segala macam border bisa digunakan.
5. Hias kue dengan cepat tetapi tetap cantik.
6. Dianjurkan dilakukan di ruang ber AC, atau pada malam hari. Tetapi jika memang hanya punya waktu siang, tidak masalah, asala jangan bosen, mengeluar masukkan Ice cream cake dalam Freezer.
7. Jika Ice Cream hendak mengunakan Ganache, siram Ice Cream dengan Gancahe yang hangat, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin … dan siram dengan cepat,… langsung masukan Freezer. Jika hendar ditabur kacang, tabur segera saat Ganache belum mengeras. Setelah agak mengeras, hias dengan Border Ganache, dan taburi bordernya dengan kacang Cincang.
8. Jika hendak disiram dengan cokelat, gunakan cokelat coating. Tambahkan 4 sendok makan minyak salad untuk setiap 225 gram cokelat, dan 2 sendok sirop kuning agar Cokelat tidak mengeras saat disiramkan di atas Ice Cream cake. Dan siram Ice Cream saat Ice cream benar2 sudah mengeras dengan cokelat yang agak dingin tetapi masih cair. Kekurangan Ice cream yang disiram dengan cokelat adalah, akan sulit memotong Ice Cream, karena cokelat mengeras kalau di taruh di dalam Freezer.
Selamat Mencoba … dan jangan takuuuuut, Ice Cream pasti Cantik dan Indah
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 04.52 0 komentar
Label: Tips dan Trik
Memilih Udang dan Cumi-Cumi
Memilih Udang dan Cumi-Cumi
Berikut ini adalah ciri-ciri udang dan cumi-cumi segar:
Udang
Pilih udang yg masih kelihatan kekar, kaki dan kulitnya tidak mudah lepas begitu pula dengan bagian kepalanya. Kalau bisa, hindari memilih udang yang sudah mulai berwarna kehitaman, udang seperti ini sudah agak lama mati, walaupun tidak busuk. Bau udang segar, masih berciri amis khas udang, namun jika sudah dicampur dengan serbuk es, biasanya bau amis kurang tercium, jadi lebih baik menggunakan indera tangan dan mata untuk memilihnya. Udang yang masih bagus akan mudah tercerai berai jika kita ambil dengan tangan. Jika berani, kita bisa mencicipi udang mentah dengan mengigitnya, yang segar jika digigit masih ‘kemriuk‘.
Cumi-cumi
Warna cumi2 seperti apakah yang sering kita lihat di pasar? Kemerahan? Atau putih keabua-abuan? Inilah ciri khas cumi-cumi, ternyata lewat warnanya kita bisa tahu tingkat kesegaran cumi-cumi. Cumi-cumi yang masih segar warnanya putih agak keabu-abuan, ini saya lihat ketika para nelayan di Paku Haji Tangerang menurunkan hasil tangkapannya (bahkan bbrp ekor masih megap-megap dalam box). Namun lama-kelamaan warna tersebut makin memerah. Cumi2 yg masih segar berwarna putih lebih dominan daripada merahnya, rasanya masih manis jika dimasak. Yang kemerahan masih termasuk bagus apabila saat selaput kemerahannya dikupas, daging cumi2 tsb masih berwarna putih. Makin lama umur cumi tersebut mati, maka saat selaputnya dikupas, daging yang berwarna putih itupun akan turut berwarna kemerahan.
Meskipun tidak terlalu baik, daging cumi yg setelah dikupas berwarna kemerahan masih bisa diselamatkan, caranya dengan menyiramkan air mendidih. Cuma memang rasanya tidak senikmat yang masih segar.
Jangan heran, jika kita membeli udang/cumi-cumi, kemudian kita timbang kembali dirumah, susutnya agak lumayan, apalagi jika ditiriskan. Jika timbangan di pedagang termasuk JUJUR, hal inidisebabkan kedua jenis hewan ini banyak mengandung air. Kadang-kadang cumi-cumi bisa susut sampai 10%.
Bagaimana jika kita belanja didaerah wisata (Indonesia khususnya) yang karakter pedagangnya tidak kita ketahui? Hati2lah dengan timbangan mereka. Meski mereka menggunakan timbangan gantung, seringkali garis2 di batang timbangan mereka akali. Jadi bisa2 maksud kita beli 1 kg, ternyata hanya ada 5-6 ons (ini saya alami di anyer).
Supaya kita bisa menghindari hal ini, tegaslah kepada para pedagang, untuk memeriksa timbangan mereka dan melakukan perbandingan secara kasar dengan botol air minum kemasan misalnya AQUA atau merek lainnya yang masih baru. Kemasan air minum botol besar berisi 1500 ml, dengan BJ air= 1 gr/mL, maka beratnya sekitar 1,5 kg. Jika dengan timbangan pedagang beratnya kira2 1,5 kg, maka tidak ada masalah dengan timbangan tsb. Tapi jika ditimbang ternyata lebih berat, sudah bisa dipastikan, timbangan pedagang tsb bermasalah.
Atau, jika kawan2 memiliki timbangan digital mungil seperti TANITA, kenapa tidak dibawa saja? Toh tidak makan tempat di bagasi.
Ciri-ciri diatas saya dapat dari pengalaman saja, ditambah baca referensi sana sini. Mudah-mudahan berguna bagi para penggemar seafood.
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 04.49 0 komentar
Label: Tips dan Trik
Membedakan Kakap Merah Asli atau Palsu
Kakap Merah AsPal
Sebetulnya masalah kakap merah palsu ini sudah lama, tapi baru sekarang diexpose media. di pasar kramat jati, ato pasar rebo, sering juga terlihat dengan mencolok para penjual ikan mengusapkan cairan pewarna ke badan ikan agar merah.
sebetulnya kalo tempat penjualan cukup terang, secara kasat mata, hal ini bisa dibedakan, keliatan kok mana yg diberi pewrna mana yang tidak. Begitu juga dengan kerang, yang berwarna kuning cerah atau merah cabai, itu juga ga bebas pewarna.
Sayangnya, di supermarket pun, kerang dengan pewarna ini bisa masuk juga, karena spm terima jadi dari supplier, bukan membersihkan kerang sendiri. Lebih baik memilih kerang berwarna pucat (tidak menarik sih) daripada yg kuning cerah, ato beli yang masih bercangkang sekalian.
Untuk kakap merah, saya mulai menjual kepala kakap ke resto padang sejak harganya masih 9 rebu perak, sampe terakhir sebelum lebaran tahun kemarin yg sampe 12.500 per kilogram. Setelah lebaran, harga kepala kakap melejit ga karuan, bayangkan, untuk kepala ukuran 500 gr/buah, harganya 14 rebu di muarabaru, untuk fillet dari yang saya biasa beli 18 rebu sekilo, melejit jadi 28 ribu sekilo setelah lebaran kemarin.
Walhasil, saya brenti deh jadi penjual kakap.
Naah, ciri2 kakap merah asli:
1. Warnanya ga merah banget, cenderung ada nuansa putih.
2. Pilih kakap dengan kepala bentuk segitiga yg runcing di moncongnya.
3. Ada juga kakap merah yang bentuk kepalanya segitiga agak membulat di daerah moncongnya. Yg membulat ini, sebetulnya sih, kalo di muara baru agak rendah harganya, namanya kakap sawo. Kakap sawo sendiri, ada yg berwarna merah, ada yang kecoklatan, harganya jelas dibawah kakap merah asli.
4. Kakap merah ini, kalo disimpan dengan cara di dinginkan dalam serbuk es, merahnya makin lama makin hilang, tapi bukan luntur. Saya sendiri kurang mengerti, mungkin ini reaksi alamiah saja. Karena yg saya perhatikan, serbuk esnya sendiri tidak menjadi merah. Tapi, jika langsung dibekukan di dalam freezer, warna merahnya masih bisa bertahan.
mudah2an berguna ya…
diambil dari natural cooking class
Diposting oleh Ervan abidfaturahman di 04.46 0 komentar
Label: Tips dan Trik